SIARAN PERS
Menggali Potensi Efisiensi Energi di Industri
Pekan Efisiensi Energi Wilayah Sulawesi Selatan
Makassar, 27 September 2011- Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan Pekan Efisiensi Energi untuk wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Acara ini akan berlangsung dari tanggal 27-30 September 2011 di Hotel Singgasana yang akan dihadiri oleh H.E. Borge Petersen, Duta Besar Denmark untuk Indonesia dan Ir. Maryam Ayuni – Direktur Konservasi Energi, Kementerian ESDM (27/09)
Pekan Energi Efisiensi di Sulawesi Selatan ini diselenggarakan dengan dukungan dari Pemerintah Denmark, dalam bentuk kerjasama antar-pemerintah melalui kegiatan Energy Efficiency in Industrial, Commercial and Public Sector (EINCOPS) serta International Financing Corporation (IFC) dan PT. Semen Tonasa. Makassar adalah kota kedua setelah Jakarta dari rangkaian kegiatan Roadshow Pekan Efisiensi Energi yang akan berlangsung di delapan Propinsi di Indonesia.
Pekan Efisiensi Energi akan diselenggarakan selama empat hari. Kegiatan hari pertama ditujukan untuk eksekutif / top managemen perusahaan untuk meningkatkan pemahaman mengenai potensi efisiensi energi di industri. Sedangkan kegiatan hari kedua hingga keempat ditujukan bagi manajer energi sebagai pembekalan untuk mekanisme sertifikasi manajer energi tingkat nasional.
"Indonesia termasuk negara yang boros dalam penggunaan energi, hal ini dapat dilihat dari angka elastisitas energi yang masih lebih besar dari 1. Pengguna energi terbesar adalah kelompok industri yang mencapai 40 persen dari total konsumsi energi. Oleh karena itu, sangat penting untuk industri melakukan efisiensi energi karena dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan daya saing industry," jelas Ir.Maryam Ayuni – Direktur Konservasi Energi, Kementerian ESDM saat membuka acara.
“Efisiensi energi dalam industri merupakan elemen penting dalam mengamankan tujuan keseluruhan dari mengurangi konsumsi energi sehingga mengamankan ketersediaan lebih luas dari energi dan memenuhi tantangan dari perubahan iklim. Kerjasama Indonesia dan Denmark, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, membawa penerapan efisiensi energi, melalui teknologi baru dan juga pada agenda industri di Sulawesi Selatan. Bersama ini saya juga bangga menyatakan bahwa teknologi dan produk dari beberapa perusahaan dari Denmark yang sudah tersedia di Indonesia . Saya berharap ini dapat memberikan dasar untuk hubungan yang lebih kuat antara kedua negara kita,” ujar H.E. Borge Petersen, Duta Besar Denmark untuk Indonesia.
Pengguna energi terbesar adalah sektor industri dengan pertumbuhan 39,6% di tahun 1990 menjadi 51,86% pada tahun 2009, atau lebih dari setengah penggunaan total energi nasional. Pengguna terbesar berikutnya adalah sektor transportasi dengan 30,77%, diikuti dengan sektor rumah tangga sebesar 13,08% dan sektor komersial sebanyak 4,28%. (Sumber: Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2010).
Saat ini penyediaan energi Indonesia masih sangat tergantung pada energi fosil yang disubsidi. Energi terbarukan hanya dipandang sebagai alternatif dan penggunaan energi dilakukan secara tidak efisien. Untuk itu diperlukan perubahan paradigma dari supply side management ke arah demand side management yang memfokuskan pada konservasi energi pada sektor pengguna dan pemanfaatan energi terbarukan secara optimal
Pekan Efisiensi Energi ini adalah salah satu kegiatan untuk mensosialisasikan efisiensi dan konservasi energi di Indonesia. Peran aktif ini dilakukan oleh Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI) yang diluncurkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral didukung oleh Pemerintah Denmark melalui DANIDA (Danish International Development Assistance) pada bulan Maret 2010 lalu. Untuk mengembangkan program efisiensi dan konservasi energi di Indonesia, pemerintah Denmark melalui Kedutaan Denmark di Indonesia, telah memberikan bantuan dana senilai US$ 10 Juta untuk kurun waktu empat tahun program.
Tags: Pekan Efisiensi Energi, auditor energi, manajer energi, Sulawesi Selatan, Makassar, industri
Komentar