Saat ini, sekitar 44% dari total energi di Indonesia digunakan oleh sektor industri, oleh karena itu efisiensi energi di sektor ini sangatlah penting dan berdampak besar. Walaupun efisiensi energi pada sektor industri terus mengalami perkembangan dan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, namun masih terdapat banyak potensi penghematan energi yang dapat digali.
Industri menggunakan energi dalam jumlah besar baik untuk unit proses seperti pengolahan, manufaktur, pengemasan maupun untuk unit utilitas pendukungnya. Unit proses umumnya menggunakan banyak mesin dan membutuhkan panas dalam jumlah besar. Jenis energi yang digunakan pada umumnya adalah energi fosil seperti minyak bumi, gas dan batu bara. Karena jenis dan tipe industri sangat beragam, maka efisiensi energi sangat bergantung pada peralatan dan teknologi yang digunakan untuk proses produksi tersebut.
Efisiensi pada sektor industri difokuskan pada dua langkah utama, yaitu:
1. Penggunaan Teknologi Proses yang Hemat Energi
Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan co-generation atau sistem combined heat and power (CHP). Sistem CHP merupakan suatu pendekatan dalam penerapan teknologi dimana energi listrik dan energi panas dihasilkan dalam satu sistem terintegrasi. Penelitian American Council for Energy Efficient Economy menemukan metode konvensional yang menghasilkan panas dan energi secara terpisah memiliki efisiensi terpadu sebesar 45%, sementara sistem CHP efisiensi energinya dapat mencapai 80%.
Industri juga dapat meningkatkan efisiensi pada motor-motor yang digunakan.Peningkatan efisiensi motor dapat dilakukan melalui perbaikan desain dan sistem operasional motor. Teknik seperti penggunaan variable speed drive (tingkat kecepatan bervariasi) dapat mengatur tingkat kecepatan konversi motor sehingga sesuai dengan bebannya.
Karena motor digunakan konstan tanpa henti, maka sedikit saja perbaikan dalam efisiensinya akan sangat berpengaruh dalam efisiensi energi dan dapat membawa banyak keuntungan bagi industri melalui penghematan biaya.
Efisiensi peralatan industri juga dapat ditingkatkan melalui proses kontrol yang baik. Peralatan yang rusak, haus atau bocor selain tidak aman bagi karyawan industri juga sangat boros energi. Alat-alat seperti pompa dan kompresor akan lebih efisien jika pemeliharaan dilakukan secara teratur.
2. Manajemen Energi
Industri dapat menerapkan manajemen energi untuk mengatur dan mengawasi jumlah energi yang dikonsumsi. Adapun langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan audit energi secara berkala dan melaksanakan rekomendasi hasil audit energi. Audit energi dilaksanakan untuk mengidentifikasi peluang penghematan energi serta memberikan rekomendasi bagaimana mengelola penggunaan energi agar lebih efisien.