Perubahan Paradigma Pengelolaan Energi

Perubahan Paradigma

Saat ini, pemerintah berusaha untuk mengubah paradigma pengelolaan energi nasional yang sebelumnya dititikberatkan pada sisi persediaan menjadi sisi permintaan. Sebelumnya pengelolaan  energi didasarkan pada sisi supply dimana pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan energi, berapa pun jumlah dan biayanya melalui pengelolaan sumber energi fosil. Energi fosil juga terus disubsidi guna memenuhi kebutuhan energi. Energi terbarukan hanyalah alternatif dan tidak diprioritaskan dalam eksplorasi maupun pemanfaatannya. Penggunaan energi oleh sektor rumah tangga, industri, komersial dan transportasi sangat boros akibat kurangnya penekanan pada efisiensi energi.

Pemerintah mulai mengubah paradigma pengelolaan energi dengan menitikberatkan pada sisi demand. Pemerintah mengelola permintaan energi dengan cara memastikan bahwa kebutuhan dan penggunaan energi pada sektor rumah tangga, industri, komersial dan transportasi benar-benar efisien. Hal ini terwujud saat pengguna energi mengubah perilakunya menjadi lebih hemat energi serta menggunakan teknologi yang lebih efisien. Selain itu penyediaan dan pemanfaatan energi terbarukan dimaksimalkan dan bila perlu disubsidi. Energi fosil digunakan sebagai penyeimbang dan sumber energi fosil yang belum termanfaatkan dapat dijadikan cadangan bagi generasi penerus.